Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran, guru harus melakukan banyak
hal yang menuntut kreatifitasnya dalam mengendalikan kegiatan pembelajaran
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu faKtor penentu keberhasilan
itu adalah kemampuan guru mengajukan pertanyaan dan seberapa efektifkah
pertanyaan tersebut sehingga berdampak positif terhadap siswa.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru memiliki tujuan berbeda-beda,
apakah bersifat pancingan agar siswa aktif belajar dan berpikir kritis, logis,
dan matematis atau bersifat menguji pemahaman siswa atau bahkan mungkin
bersifat diagnostik di mana guru ingin mengetahui kesulitan/hambatan belajar
siswa.
Oleh karena itu, agar tujuan bertanya itu tepat sasaran maka guru harus
membuat pertanyaan yang efektif.
Lalu bagaimanakah ciri-ciri pertanyaan yang
efektif ?
Berikut ini beberapa
karakteristik dari pertanyaan efektif :
- Menuntut
siswa berpikir, tidak sekedar mengingat dan menyebutkan.
- Bersifat
atau mengarah pada pertanyaan yang open-ended.
- Memungkinkan
jawaban yang beragam.
- Memungkinkan
siswa memaknai matematika dari proses menjawab pertanyaan tersebut.
- Memungkinkan
guru menilai secara holistik kemampuan matematika siswa.
Diantara karakteristik pertanyaan yang efektif di atas, karakteristik No.
2 lah yang kemungkinan besar dapat membelajarkan siswa secara maksimal.
Nah, model pertanyaan apa saja yang kurang efektif ?
Guru dianjurkan agar menghindari model pertanyaan seperti berikut ini :
- Hindari pertanyaan yang tertutup,
misalnya ya/tidak, atau pertanyaan tertutup (mengisi titik-titik).
- Hindari pertanyaan yang memandu
siswa pada jawaban atau member petunjuk (clue) pada jawaban.
- Hindari pertanyaan yang terpusat
pada guru. Arahkan siswa bahwa merekalah yang memiliki kepentingan dengan
pertanyaan tersebut. Misalnya, “jelaskan pada teman-temanmu bahwa ...”, “coba
yakinkan dirimu, mengapa.... “.
- Hindari memberi label mudah atau
sulit pada pertanyaan yang diajukan.
- Hindari memberi judgment salah
pada jawaban siswa.
Selain ada beberapa hal yang
perlu dihindari, terdapat pula beberapa hal yang perlu dilakukan untuk
mengajukan pertanyaan yang lebih efektif yaitu :
- Beri kesempatan yang cukup pada
siswa untuk menjawab soal. Guru jangan terburu-buru menjawab soal yang
diajukan. Sadari bahwa terkadang guru sendiri membutuhkan waktu untuk menjawab
soal.
- Tunjukkan perhatian dan
keseriusan pada apa atau cara berpikir siswa.
- Berikan apresiasi pada usaha
siswa untuk berpikir, apapun jawabannya.
- Upayakan siswa berpikir secara
mandiri baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jangan sampai siswa
hanya membeo jawaban temannya.
- Upayakan siswa tidak menjawab
secara serentak. Berilah kesempatan kepada siswa satu per satu.
- Selalu meminta siswa untuk
mengemukakan alasannya atau argumentasi di balik jawabannya.
Tulisan di atas
adalah rangkuman hasil diskusi sesama peserta dan bimbingan para fasilitator
selama diklat online berlangsung yang diselenggarakan oleh P4TK Matematika. Setelah
mengikuti diklat ini, penulis menyadari bahwa banyak sekali kekurangan-kekurangan
dalam pelaksanaan pembelajaran selama ini yang dilakukan oleh penulis. Oleh karena
itu, penulis bertekad akan memperbaiki semua kekurangan-kekurangan tersebut
dengan mengimplementasikan semua pengetahuan yang telah diperoleh dalam proses
pembelajaran selanjutnya di kelas.
*) Artikel ini adalah bagian dari tugas Diklat
Online P4TK Matematika
Diposting oleh : Ishak Ya'kub, S.Pd