Sabtu, 30 Agustus 2014

Mengapa harus Pertanyaan Efektif



Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran, guru harus melakukan banyak hal yang menuntut kreatifitasnya dalam mengendalikan kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu faKtor penentu keberhasilan itu adalah kemampuan guru mengajukan pertanyaan dan seberapa efektifkah pertanyaan tersebut sehingga berdampak positif terhadap siswa.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru memiliki tujuan berbeda-beda, apakah bersifat pancingan agar siswa aktif belajar dan berpikir kritis, logis, dan matematis atau bersifat menguji pemahaman siswa atau bahkan mungkin bersifat diagnostik di mana guru ingin mengetahui kesulitan/hambatan belajar siswa.
Oleh karena itu, agar tujuan bertanya itu tepat sasaran maka guru harus membuat pertanyaan yang efektif. 

Lalu bagaimanakah ciri-ciri pertanyaan yang efektif ?
Berikut ini beberapa karakteristik dari pertanyaan efektif :

  1. Menuntut siswa berpikir, tidak sekedar mengingat dan menyebutkan.
  2. Bersifat atau mengarah pada pertanyaan yang open-ended.
  3. Memungkinkan jawaban yang beragam.
  4. Memungkinkan siswa memaknai matematika dari proses menjawab pertanyaan tersebut.
  5. Memungkinkan guru menilai secara holistik kemampuan matematika siswa.

Diantara karakteristik pertanyaan yang efektif di atas, karakteristik No. 2 lah yang kemungkinan besar dapat membelajarkan siswa secara maksimal.

Nah, model pertanyaan apa saja yang kurang efektif ?
Guru dianjurkan agar menghindari model pertanyaan seperti berikut ini :
  1. Hindari pertanyaan yang tertutup, misalnya ya/tidak, atau pertanyaan tertutup (mengisi titik-titik).
  2. Hindari pertanyaan yang memandu siswa pada jawaban atau member petunjuk (clue) pada jawaban.
  3. Hindari pertanyaan yang terpusat pada guru. Arahkan siswa bahwa merekalah yang memiliki kepentingan dengan pertanyaan tersebut. Misalnya, “jelaskan pada teman-temanmu bahwa ...”, “coba yakinkan dirimu, mengapa.... “.
  4. Hindari memberi label mudah atau sulit pada pertanyaan yang diajukan.
  5. Hindari memberi judgment salah pada jawaban siswa.

Selain ada beberapa hal yang perlu dihindari, terdapat pula beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih efektif yaitu :
  1. Beri kesempatan yang cukup pada siswa untuk menjawab soal. Guru jangan terburu-buru menjawab soal yang diajukan. Sadari bahwa terkadang guru sendiri membutuhkan waktu untuk menjawab soal.
  2. Tunjukkan perhatian dan keseriusan pada apa atau cara berpikir siswa.
  3. Berikan apresiasi pada usaha siswa untuk berpikir, apapun jawabannya.
  4. Upayakan siswa berpikir secara mandiri baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jangan sampai siswa hanya membeo jawaban temannya.
  5. Upayakan siswa tidak menjawab secara serentak. Berilah kesempatan kepada siswa satu per satu.
  6. Selalu meminta siswa untuk mengemukakan alasannya atau argumentasi di balik jawabannya.
Tulisan di atas adalah rangkuman hasil diskusi sesama peserta dan bimbingan para fasilitator selama diklat online berlangsung yang diselenggarakan oleh P4TK Matematika. Setelah mengikuti diklat ini, penulis menyadari bahwa banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran selama ini yang dilakukan oleh penulis. Oleh karena itu, penulis bertekad akan memperbaiki semua kekurangan-kekurangan tersebut dengan mengimplementasikan semua pengetahuan yang telah diperoleh dalam proses pembelajaran selanjutnya di kelas.

*) Artikel ini adalah bagian dari tugas Diklat Online P4TK Matematika

Diposting oleh : Ishak Ya'kub, S.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan santun

Template by: Abdul Munir
Website: 99computercity